Jumat, 31 Januari 2014

Saya Harap Kamu Membacanya

Hai..
apa kabar kamu yang sudah lama saya tak lihat lagi?
baik baik saja bukan? syukurlah
saya merindukan kamu
merindukan kebersamaan kita yang sekian lama tidak terasa lagi
merindukan segenap kata yang selalu kamu berikan
merindukan sisa waktu yang selalu kita habiskan dengan penuh arti

apa kamu juga begitu?
apa kamu juga merindukan saya?
atau bahkan tidak sama sekali?
saya hanya ingin tau kepada siapa hatimu kini?
saya hanya ingin sejuta pertanyaan diotak ini terjawab oleh keberadaanmu
saya amat merindukan kamu

saya membuat ini dengan hati yang tulus
dengan hati yang masih mengharapkan kamu
dengan air mata suci mengalir deras hanya tertuju untuk kamu
dengan segenap kerinduan yang tersimpan untuk kamu
hati ini belum untuk siapa-siapa
melainkan masih untuk kamu

mungkin saya kurang berani untuk mengatakan langsung di hadapan kamu
saya hanya berani berkata lewat tulisan tulisan ini
ya mungkin menurutmu tulisan yang sama sekali tidak berharga
tulisan yang hanya menghabiskan waktu saja jika orang membacanya
tapi saya tidak minta banyak, saya hanya harap kamu membacanya dan mengerti

Rabu, 29 Januari 2014

Siapa yang harusnya merasa kehilangan?

siapa yang harusnya merasa kehilangan?
ketika itu kamu sepenuh hati menyayangiku tapi aku yang menyiakannya
ketika itu kamu berkata 'aku akan selalu ada,aku untukmu,aku sayang kamu' dan sebagainya tapi aku acuhkan
ketika itu kamu menangis karena tidak mau ditinggalkan tapi aku sama sekali tidak perduli
ketika itu kamu merengek meminta untuk selalu aku temani tapi malah aku tinggalkan
ketika itu kamu sangat benar benar mencintai aku
ketika itu kamu sangat benar benar tulus dan setia

hingga pada akhirnya kamupun yang memilih untuk pergi
meninggalkan semua kata cinta,tulus,sayang yang dulu kamu selalu ucapkan
meninggalkan rindu yang amat dalam karena tingkah bodoh yang selalu kamu tunjukan depan mataku meninggalkan segenap rasa penyesalan yang berujung sakit

tetapi Tuhan mengembalikanmu lagi kedalam hati ini
dan pada saat itupun semua jadi berbalik
kini, aku yang sepenuh hati menyayangimu tapi kamu yang tidak mengerti
kini, aku yang berkata 'aku akan selalu ada untukmu,aku cinta kamu,aku sayang kamu' dan sebagainya tapi kamu acuhkan
kini, aku menangis karena tidak mau kamu tinggalkan tapi kamu sama sekali tidak perduli
kini, aku merengek meminta untuk selalu kamu temani tapi malah kamu tinggalkan
kini, aku sangat benar benar mencintai kamu
kini, aku sangat benar benar tulus dan setia

dan semua tidak berujung manis
lagi lagi kamu meninggalkan aku dengan sebuah kata yang amat menyakitkan
kamu meninggalkan aku padahal aku sudah berjuang apapun untukmu
kamu meninggalkan aku dengan hatiku yang masih sangat tulus
kamu meninggalkan aku yang ternyata masih sangat menginginkan sosokmu
Ya Tuhan, Siapa yang harusnya merasa kehilangan?
apakah aku? karena aku yang telah menyiakan dia dahulu?
ataukah dia? karena dia yang telah menyiakan aku yang amat sayang sekarang?
aku tidak paham, aku ingin tahu siapa yang harusnya merasa benar benar kehilangan