Senin, 03 Februari 2014

Sahabatku..

Sahabat..
iya, kamu yang begitu tau tentang semua yang terjadi dalam hidupku ini
kamu orang yang selalu aku ceritakan tentang berbagai masalahku ini
kamu orang yang selalu aku bagi dalam cerita suka maupun duka
kamu orang yang selalu tau akan airmata ini
dan kamu pula yang tau bagaimana aku merintih merengek atas perlakuan orang-orang disekitarku

sampai pada akhirnya, aku mulai menceritakan tentang sesosok laki-laki yang mampu menarik perhatianku
kuceritakan semuanya
bagaimana aku senang akan dia
bagaimana aku menangis akan dia
bagaimana aku tertawa akan dia
dan bagaimana aku terpuruk akan dia pula

kamu tau sahabat, seberapa seringnya mata ini mengeluarkan air suci yang bersih akibat perlakuannya
dan saat itu pula kamu mencaci maki laki-laki itu
betapa kurang ajar, betapa sadis, betapa keterlaluannya perlakuan terhadap aku
kamu membela aku, kamu menyuruhku agar melepaskan dia
kamu menyuruhku agar melupakan dia
agar aku tidak terus menangis

tapi sekarang? apa yang aku lihat?!
apakah ini benar?! atau hanya bermimpi?
ternyata ini benar-benar terjadi
suatu siang dimana aku melihat kamu dan dia sedang duduk dengan amat mesra
bercanda dengan tatapan cinta
menunjukan kalian memiliki hubungan yang sangat indah

tak ingat bagaimana dulu kamu mencacinya?
tak ingat bagaimana dulu kamu membela aku? sahabatmu sendiri
dan kini pula kamu yang mengkhianati sahabatmu
tidak ada yang lebih kejam dari musuh, yaitu sahabatku sendiri..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar